Cara Kerja Email: MX, SPF, dan DMARC Dijelaskan dengan Bahasa Sederhana
Setiap kali kamu menekan tombol kirim, email melewati beberapa server sebelum sampai ke tujuan. Tiga istilah muncul terus di proses ini: MX, SPF, dan DMARC. Ketiganya adalah catatan DNS, tapi tugasnya berbeda. Artikel ini menjelaskan masing-masing dengan bahasa sederhana.
Perjalanan sebuah email
- Kamu menulis email ke
[email protected]dan menekan kirim. - Server email pengirim bertanya ke DNS: "server mana yang menerima email untuk domain
contoh.com?" Jawabannya adalah record MX. - Server pengirim menghubungi server tujuan dan menyerahkan email memakai protokol SMTP, yang dibakukan dalam RFC 5321.
- Server tujuan dapat memeriksa apakah pengirim memang berhak mengirim atas nama domainnya, memakai SPF dan DMARC.
- Kalau lolos, email disimpan dan tampil di kotak masuk penerima.
MX: alamat pengantaran surat
Record MX (mail exchanger) memberi tahu dunia ke server mana email untuk sebuah domain harus diantar. Setiap record MX punya angka prioritas: angka lebih kecil dicoba lebih dulu.
Contoh record MX:
contoh.com. MX 10 mail.penyedia-email.com.
Artinya: kirim email untuk contoh.com ke mail.penyedia-email.com. Inilah dasar kerja layanan email sementara. Domain-domain miliknya diarahkan MX-nya ke server penerima yang menampung email untuk alamat apa pun di domain tersebut.
Ada juga kasus kebalikannya. Domain yang sama sekali tidak menerima email bisa memasang "Null MX", yaitu record MX yang menunjuk ke titik (.). Standarnya ada di RFC 7505. Dengan begitu pengirim langsung tahu tidak perlu mencoba mengirim.
SPF: daftar pengirim yang diizinkan
Masalah utama email adalah siapa pun bisa menulis alamat pengirim sesukanya, mirip menulis alamat pengirim palsu di amplop. SPF (Sender Policy Framework, RFC 7208) membantu mengatasinya. Pemilik domain menerbitkan daftar server yang boleh mengirim email atas nama domainnya.
Contoh record SPF:
contoh.com. TXT "v=spf1 include:_spf.penyedia-email.com -all"
Bagian akhirnya penting:
-all: selain server yang disebut, tolak (gagal keras).~all: selain yang disebut, curigai (gagal lunak).
Domain yang tidak pernah mengirim email bisa memasang v=spf1 -all. Artinya tidak ada satu server pun yang boleh mengirim atas nama domain itu. Domain penerima di GudangEmail memakai pengaturan ini, karena layanan ini hanya menerima email dan tidak pernah mengirim.
DMARC: aturan main kalau pemeriksaan gagal
SPF memeriksa server pengirim, tapi tidak memberi tahu penerima apa yang harus dilakukan kalau pemeriksaan gagal. Celah ini diisi oleh DMARC (RFC 7489). DMARC dipasang sebagai record TXT di subdomain _dmarc, dan berisi kebijakan untuk email yang gagal autentikasi:
| Kebijakan | Artinya |
|---|---|
p=none | Pantau saja, jangan ubah pengiriman |
p=quarantine | Perlakukan sebagai mencurigakan, misalnya masukkan ke folder spam |
p=reject | Tolak email tersebut |
Contoh record DMARC yang ketat:
_dmarc.contoh.com. TXT "v=DMARC1; p=reject; sp=reject; adkim=s; aspf=s"
Gabungan SPF -all dan DMARC p=reject membuat penipu jauh lebih sulit memakai nama domain itu untuk mengirim email palsu, karena penerima yang memeriksa DMARC akan menolaknya.
Kenapa ini penting untuk kamu
- Sebagai penerima: pemeriksaan SPF dan DMARC adalah salah satu alasan email phishing yang mengaku dari bank atau toko online lebih sering tersaring. Penyedia besar seperti Gmail juga mewajibkan pengirim memenuhi pedoman autentikasi.
- Sebagai pemilik domain: tanpa SPF dan DMARC, orang lain bisa lebih mudah memalsukan email atas nama domainmu.
- Saat memakai email sementara: kalau email OTP tidak masuk, kadang penyebabnya ada di pengaturan pengirim, bukan di sisi penerima.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah MX bisa lebih dari satu?
Bisa. Beberapa record MX dengan prioritas berbeda berfungsi sebagai cadangan. Tapi untuk satu domain, semua MX sebaiknya mengarah ke penyedia yang sama; mencampur dua penyedia membuat email tersebar ke tempat berbeda.
Apakah SPF dan DMARC mencegah semua spam?
Tidak. Keduanya mempersulit pemalsuan nama domain. Spam dari domain yang memang milik pengirim spam tetap perlu disaring dengan cara lain.
Ingin menghubungkan domain sendiri? Baca cara memakai domain private di GudangEmail.
Sumber
- RFC 5321: Simple Mail Transfer Protocol (IETF)
- RFC 7505: A "Null MX" No Service Resource Record (IETF)
- RFC 7208: Sender Policy Framework (SPF) (IETF)
- RFC 7489: DMARC (IETF)
- Cloudflare Learning: What is a DNS MX record?
- Cloudflare Learning: What is a DNS SPF record?
- Cloudflare Learning: What is a DNS DMARC record?
- Gmail Help: Email sender guidelines
Buat Email Sementara
